Gropyokan KB adalah program intensif pemerintah, seringkali digerakkan oleh kader IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan) atau Puskesmas, untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelayanan keluarga berencana dan alat kontrasepsi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesehatan ibu/anak, mengendalikan kelahiran, serta mewujudkan keluarga kecil yang sejahtera melalui pendekatan langsung kepada warga. Dan tak jarang para kader langsung datang ke rumah warga untuk memudahkan memberikan penyuluhan.

Kamis (11 September 2025)

Via offline/luring (18 Kelurahan, 3 Kecamatan)

Kegiatan Pembinaan RW Responsif Gender& Kelurahan Ramah Perempuan dan peduli Anak (KRPPA)& RW Responsif Gender mendukung program Kampung Pancasila Bidang Sosial Budaya & Kemasyarakatan Tahun 2025

Sasaran Bulan September meliputi 3 Kecamatan dengan 18 wilayah Kelurahan,sbb:

Kec Lakarsantri

1.Kel Bangkingan

2.Kel Jeruk

3.Kel Lakarsantri

4.Kel Lidah Kulon

5.Kel Lidah Wetan

6.Kel Sumur Welut

Sasaran kegiatan yg hadir sbb:

Semua Ketua RW beserta ketua RT nya, LPMK dan jejaring terkait, Koordinator satgas PPAPKBM,KSH, PKK, Babinsa Babinkamtibmas, Puskesmas & unsur lainya yang terkait untuk mendapatkan pembinaan& pemahaman indikator-indikator serta upaya-upaya sinergi untuk mewujudkan RW dan Kelurahan Ramah Perempuan peduli Anak sesuai wilayah masing dengan pendampingan tim terkait Kecamatan, Kelurahan dan OPD terkait serta unsur Hexahelix di luar Pemerintah Forum Puspa dan jejaring.

Acara Pembinaan RW Responsif Gender dan KRPPA dipandu oleh Tim dari PUG Forum Puspa

terkait untuk mendapatkan pembinaan& pemahaman indikator-indikator serta upaya-upaya sinergi untuk mewujudkan RW dan Kelurahan Ramah Perempuan peduli Anak sesuai wilayah masing² dengan pendampingan tim terkait Kecamatan, Kelurahan dan OPD terkait serta unsur Hexahelix di luar Pemerintah Forum Puspa dan jejaring.

Acara Pembinaan RW Responsif Gender dan KRPPA dipandu oleh Tim dari PUG Forum Puspa Kota Surabaya di setiap lokasi kegiatan & dilanjutkan diskusi serta penutupan dengan sesi Foto Bersama warga dan Tim Kelurahan, Kecamatan, DP3APPKB dan Forum Puspa Kota Surabaya.

Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk Masyarakat dan mendukung keberhasilan Kota Surabaya dengan Programnya Kampung Pancasila serta sebagai Daerah Ramah Perempuan dan layak anak Tahun 2025

Aamiin

Kegiatan PUSPAGA kali ini begitu spesial dan cerah ceria, bersamaan dengan kedatangan Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya Ibu Rini Indriyani Eri Cahyadi, S. Farm.Ap, Ketua Bunda PAUD Kecamatan Genteng Putri Wulandari, S.I.Kom. , dan Ketua Bunda PAUD Kelurahan Embong Kaliasin Ibu Deby Yumi Sulistyanti. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 17 September 2025 bertempat di Balai RW. 13 Kelurahan Embong Kaliasin.

Upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak, serta gerakan Wajib Belajar 13 Tahun, saling terkait dalam upaya meningkatkan kualitas hidup anak. Dalam hal tersebut dapat melalui pendidikan dan perlindungan komprehensif. Perlindungan anak mencakup pemenuhan hak dasar pada anak, hukum preventif dan rehabilitatif, serta lingkungan yang aman dari kekerasan dan diskriminasi. Kemudian Wajib Belajar 13 Tahun merupakan strategi pendidikan untuk mencapai tujuan tersebut dengan memastikan anak mengenyam pendidikan 1 tahun prasekolah dan 12 tahun pendidikan dasar hingga menengah.

Upaya Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak

  1. Jaminan Hak-hak Dasar: Pemerintah dan masyarakat berupaya memastikan setiap anak memiliki hak untuk hidup, berkembang, tumbuh, dan mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, serta berpartisipasi sesuai harkat kemanusiaan.
  2. Perlindungan Hukum:
    • Preventif: Mencegah terjadinya masalah kekerasan terhadap anak dan masalah hukum.
      • Contohnya: melalui penguatan peran keluarga dan pencegahan kekerasan di lingkungan sekitar.
    • Rehabilitatif: Melakukan upaya rehabilitasi bagi anak yang menjadi korban tindak pidana.
  3. Lingkungan yang Ramah Anak: Menciptakan lingkungan bermain dan sekolah yang bebas dari diskriminasi, kekerasan, dan bullying.
  4. Identitas Hukum: Memastikan setiap anak memiliki identitas diri dan status kewarganegaraan.

Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun

  1. Cakupan Program: Meliputi 1 tahun prasekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 12 tahun pendidikan dasar hingga menengah.
  2. Tujuan Utama: Mengatasi angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan meningkatkan rata-rata tingkat pendidikan warga bangsa Indonesia.
  3. Strategi Implementasi:
    • Regulasi: Mendorong penerbitan regulasi dan kerangka hukum sebagai turunan dari Peta Jalan Pendidikan Indonesia.
    • Peningkatan Kualitas Guru: Meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dan penyediaan sarana pembelajaran yang memadai.
    • Penguatan PAUD: Menjamin akses PAUD berkualitas dan penyediaan layanan PAUD Holistik Integratif yang menggabungkan pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan anak.
    • Pembangunan Infrastruktur: Penegerian PAUD dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk meningkatkan kapasitas dan ketersediaan ruang kelas yang layak.
    • Kemitraan: Membangun kemitraan erat antara sekolah dan orang tua serta melibatkan komunitas.

Diharapkan dengan adanya kegiatan PUSPAGA ini dapat memberdayakan orang tua, agar mampu menjalankan peran mereka secara optimal. Dikarenakan orang tua berperan penting dalam mengasuh, melindungi, dan mendidik anak, serta meningkatkan kualitas dan ketahanan keluarga melalui penyediaan informasi, konseling, dan pelatihan. Dalam hal berkontribusi pada pencapaian indikator Kabupaten/Kota Layak Anak, PUSPAGA juga berupaya untuk mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan hak anak dalam keluarga.

Video Kegiatan PUSPAGA Di Balai RW. 13 Kelurahan Embong Kaliasin

Senam bersama lansia Kelurahan Pradah Kalikendal sebagai upaya menjaga kebugaran, kesehatan, dan semangat hidup di usia emas. 
Sehat bersama, bahagia bersama.

Sekolah Perempuan adalah wadah pembelajaran bagi perempuan kelompok rentan/lainnya dengan tujuan memperkuat konsep dan motivasi diri dalam lingkungan sosial. Melalui pendekatan yang praktis dan interaktif, pembelajaran ini akan membantu peserta menjadi individu yang lebih percaya diri serta sadar dan berdaya dalam bidang politik ,hukum, sosial budaya dan mandiri dalam bidang ekonomi melalui pelatihan teknis dan ketrampilan dalam sekolah perempuan informal Kota Surabaya.

Tujuan dari program Sekoper adalah untuk mendapatkan pelatihan ketrampilan dalam bidang ekonomi mendukung kemandirian dalam meningkatkan ekonomi keluarga untuk ketahanan keluarga dalam mewujudkan keluarga berkualitas.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11-12 September 2025 bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 1 Kecamatan Rungkut dengan sasaran peserta perempuan kepala keluarga miskin/perempuan miskin atau pra miskin penduduk ber NIK Kota Surabaya sesuai data aplikasi sayang warga sejumlah 2 orang yang berasal dari Kelurahan Rungkut Tengah.

Kegiatan sekolah perempuan ini memberikan dampak positif bagi peserta, baik dalam hal pengetahuan konsep dan manajemen diri, keberanian menyampaikan aspirasi dalam forum wilayah dan tampil di ruang publik, memahami perannya dalam bidang politik, hukum, sosial budaya dan penekanannya pada kemandirian ekonomi  serta diharapkan program ini dapat dilanjutkan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program kelurahan dan kecamatan lainnya

SOTH Madani HADIR : – Bu Yuyun dan bu Rodiyah – KSH dan warga RW 06 – Peserta 13 orang KELURAHAN KLAMPISNGASEM

Wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Surabaya pada tahun 2024 telah dilaksanakan di halaman Balai Kota Surabaya. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk para peserta yang telah menyelesaikan program SOTH.
Berikut adalah detail wisuda SOTH Surabaya 2024:
Jumlah peserta: Sekitar 12.440 orang tua dari 1.400 RW di Kota Surabaya mengikuti wisuda ini.
Waktu pelaksanaan: Acara wisuda berlangsung selama beberapa hari pada awal September 2024.
3 September 2024
4 September 2024
5 September 2024
Lokasi: Halaman Balai Kota Surabaya.
Penyelenggara: Pemerintah Kota Surabaya.
Tujuan program SOTH: Meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan sikap orang tua dalam pengasuhan anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembang mereka.
Untuk peserta wisuda SOTH Surabaya 2024, Kelurahan Putat Gede diikuti oleh 15 orang tua dari SOTH KASIH BUNDA yang berada di Balai RW 02 Jl. Putat Gede Timur 4/61 dan 15 orang tua dari SOTH LESTARI yang berada di Jl. Putat Gede Barat 2/29 dengan watu pelaksanaan pada tanggal 4 September 2024.

Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) adalah program pendidikan non-formal dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia dengan menjadikan mereka tetap Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif. Program ini memberikan informasi dan pelatihan seputar kesehatan fisik dan mental, keterampilan, serta ruang untuk interaksi sosial agar lansia dapat menjalani usia senja dengan bahagia dan berdaya.

Tujuan utama Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) adalah:

Kegiatan dalam program Selantang meliputi :

Adapun Kegiatan Selantang sebanyak 12 Pertemuan dengan Materi yang diberikan antara lain :

Pertemuan ke 1 : Spiritual / Terapi Ibadah / Terapi Syukur, Narasumber oleh Camat/Lurah.

Pertemuan ke 2 : 7 Dimensi Lansia Tangguh dan 8 Fungsi Keluarga, Narasumber oleh PKK Kota / PKK Kecamatan.

Pertemuan ke 3 : Gangguan Psikologi pada Lansia, Stress, dan Kesepian, Narasumber oleh Dinas Kesehatan / Puskesmas.

Pertemuan ke 4 : Mengenali Penyakit Hipertensi, Stroke dan Jantung, Narasumber oleh Dinas Kesehatan / Puskesmas.

Pertemuan ke 5 : Gizi Lansia dan Gizi Keluarga, Narasumber oleh Dinas Kesehatan / Puskesmas.

Pertemuan ke 6 : Perlunya meningkatkan hobi kegiatan bertani dan berkebun (Vokasional), Narasumber oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya.

Pertemuan ke 7 : Kewirausahaan Lansia, Motivasi, dan Pemberdayaan Lansia Narasumber oleh PKB / Kader BKL.

Pertemuan ke 8 : Pertolongan Pertama pada Kondisi Darurat Narasumber oleh PKB / Kader BKL.

Pertemuan ke 9 : Diabetes dan Senam Kaki Diabetes Narasumber oleh Dinas Kesehatan / Puskesmas.

Pertemuan ke 10 : Osteoporosis dan Olahraga Narasumber oleh Dinas Kesehatan / Puskesmas.

Pertemuan ke 11 : Wisata dan Evaluasi Narasumber oleh PKB/DP3APPKB/Kecamatan.

Pertemuan ke 12 : Wisuda Narasumber oleh PKB/PKK/DP3APPKB/Kecamatan.

Dengan adanya kegiatan Selantang ini diharapkan Lansia Sehat secara fisik, sosial dan mental melalui siklus hidup yang Aktif, Produktif, dan Mandiri sehingga tetap bermartabat sepanjang hayat.

 

 

Kunjungan dan monitoring Posyandu Cendrawasih 3 oleh Ketua TP PKK Kelurahan Simomulyo Baru. Rangkaian kegiatan meliputi: 1. Koordinasi dengan para kader Posyandu terkait pelaksanaan kegiatan rutin dan pencatatan data perkembangan balita. 2. Pemantauan kegiatan penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita. 3. Pemeriksaan kesehatan dasar serta pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak-anak. 4. Edukasi kepada ibu balita tentang gizi seimbang, imunisasi, serta pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak.

Selamat datang di Forum Anak Kel. Babatan! Inilah tempatnya Arek Suroboyo khususnya di Kel. Babatan untuk berani bersuara dan beraksi nyata. Kami adalah wadah resmi partisipasi anak yang dibentuk oleh pemerintah. Tugas kami sederhana tapi berdampak besar: menjadi Pelopor kebaikan dan Pelapor segala bentuk masalah anak. Kami percaya, tanpa mendengar suara anak, masa depan Babatan tidak akan sempurna. Ayo, gabung dan buktikan bahwa anak muda Babatan itu keren!

Visi:

Terwujudnya anak-anak di Kel. Babatan yang berkarakter, berpartisipasi aktif, dan terlindungi, demi tercapainya Kota Surabaya sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Misi:

Mewujudkan Partisipasi: Menjadi wadah partisipasi yang menampung dan menyalurkan aspirasi, pendapat, dan kebutuhan seluruh anak di wilayah Kel. Babatan.

Mengedukasi Hak Anak: Melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai pemenuhan Hak Anak kepada anak-anak dan masyarakat di Babatan.

Aksi Positif (Pelopor): Menjadi pelopor pembangunan kebiasaan positif, inovatif, dan kreatif di lingkungan anak Babatan.

Advokasi Perlindungan (Pelapor): Aktif menjadi pelapor terhadap setiap hambatan dalam pemenuhan Hak Anak dan kasus Perlindungan Khusus Anak kepada pihak yang berwenang di tingkat Kelurahan.

Kemitraan: Membangun kemitraan strategis dengan pemerintah setempat (Kecamatan dan Kelurahan) serta pihak terkait dalam perencanaan pembangunan wilayah.

Deskripsi Lengkap Forum Anak Surabaya Kel. Babatan

Forum Anak Surabaya (FAS) Kel. Babatan adalah perpanjangan tangan dari Forum Anak Nasional (FAN) dan Forum Anak Kota Surabaya (FAS), yang secara spesifik beroperasi di wilayah administratif Kel. Babatan.

  1. Pengertian dan Tujuan

FAS Babatan merupakan wadah resmi partisipasi anak yang dibentuk dan dibina oleh Pemerintah Kel. Babatan, bekerja sama dengan pihak terkait. Tujuannya adalah memastikan bahwa hak anak, terutama Hak Partisipasi Anak, benar-benar terpenuhi di tingkat lokal.

  1. Peran Sentral di Tingkat Lokal

FAS Babatan memiliki peran utama sebagai “2P” yang diimplementasikan secara spesifik di wilayah Babatan dan kelurahan-kelurahan di dalamnya:

Pelopor:

Menggerakkan kampanye positif di lingkungan sekolah dan masyarakat, seperti anti-perundungan (anti-bullying), menjaga kebersihan lingkungan, atau penggunaan media sosial yang bijak.

Mengajak anak-anak lain untuk mengembangkan bakat, minat, dan kreativitas mereka melalui program-program lokal.

Pelapor:

Memetakan isu-isu spesifik yang dialami anak-anak di Babatan (misalnya, kurangnya fasilitas bermain di kelurahan tertentu, atau masalah kenakalan remaja).

Melaporkan dan mendiskusikan hambatan pemenuhan hak anak kepada Camat atau Lurah melalui Fasilitator/Pendamping.

  1. Kegiatan dan Program Khas Babatan

Kegiatan FAS Babatan disesuaikan dengan kebutuhan lokal, antara lain:

Penjaringan Suara Anak (PSA): Mengadakan pertemuan rutin dengan anak-anak di tingkat kelurahan untuk menampung ide dan aspirasi mereka mengenai fasilitas umum, pendidikan, atau kegiatan.

Aksi Sosial/Lingkungan: Melaksanakan kegiatan bakti sosial atau gerakan kebersihan yang melibatkan anak-anak Babatan.

Musrenbang Anak: Berpartisipasi dalam Musrenbang di tingkat Kelurahan untuk memastikan usulan terkait anak masuk dalam rencana pembangunan.

SOBAT FAS (Sharing Online Bareng Forum Anak Surabaya): Mengikuti atau mengadakan sesi sharing dan edukasi daring maupun luring tentang berbagai topik yang relevan dengan anak.

Secara ringkas: FAS Babatan adalah representasi suara anak di pusat kebijakan Kelurahan, memastikan setiap program pembangunan di Babatan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.