Pengolahan sampah adalah tindakan sistematis yang melibatkan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pendaur ulangan untuk mengurangi dampak lingkungan serta memulihkan sumber daya (resource recovery). Penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi kunci utama: mengurangi sampah dari sumbernya, menggunakan kembali barang, dan mengolah limbah organik menjadi kompos atau anorganik menjadi produk bernilai ekonomis. Diwilayah Kelurahan Kendangsari ini ada 5 bank sampah yang sudah berjalan sejak tahun 2021 dan menghasilkan banyak barang daur ulang.
Pertemuan rutin kader Surabaya Hebat hari ini membahas tentang program-program terbaru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Surabaya. Dalam pertemuan ini, para kader berbagi pengalaman dan strategi dalam melaksanakan program-program yang telah berjalan sebelumnya. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kader Surabaya Hebat berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Surabaya.”
Pemantauan dan evaluasi (monev) pemetaan Aplikasi Sayang Warga untuk Kader Surabaya Hebat dilakukan untuk menilai efektivitas aplikasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Surabaya.Kader Surabaya Hebat dapat menggunakan aplikasi ini untuk melaporkan kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi sarang penyakit dan memantau kegiatan fogging serta distribusi bubuk abate.
Dengan adanya monev ini, diharapkan aplikasi Sayang Warga dapat lebih optimal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Surabaya
Kader Surabaya Hebat (KSH) telah menunjukkan kinerja yang baik dalam mendukung kesehatan masyarakat di Kota Surabaya. Berdasarkan laporan terbaru, KSH telah melakukan berbagai kegiatan, seperti pemantauan kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia, serta memberikan edukasi tentang gizi dan kesehatan. Dengan adanya KSH, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi dan layanan kesehatan yang mereka butuhkan. KSH juga telah bekerja sama dengan puskesmas dan dinas kesehatan setempat untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mencapai tujuan kesehatan masyarakat. Melalui program ini, diharapkan kesehatan masyarakat Kota Surabaya dapat terus meningkat dan masyarakat dapat hidup lebih sejahtera ¹
Pertemuan Sekolah Lansia Tangguh ( Selantan S1 ) yang diadakan setiap minggu, yang diikuti oleh 20 peserta lansia. Materi pada minggu ini diisi oleh PPL Tenggilis Mejoyo Bapak Hammadi Fauzi menjelaskan tentang “Urban Farming”.
Pertanian kota (urban farming) merupakan sebuah upaya pemanfaatan ruang minimals yang terdapat di perkotaan untuk dimanfaatkan agar dapat menghasilkan produksi. Produksi ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, kenyamanan hidup ditengah polusi udara perkotaan dan menghadirkan nuansa estetika di rumah kota.
MANFAAT URBAN FARMING
JENIS URBAN FARMING
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyediaan kebutuhan pangan masyarakat Kota Surabaya masih bergantung pada pasokan dari daerah lain. Hal ini disebabkan masalah di perkotaan adalah keterbatasan lahan pertanian. Hal ini akan berdampak apabila terjadi hambatan dari daerah dalam pengiriman seperti terjadinya kenaikan harga dll.
Sangat tepat apabila Pemkot Surabaya bersama dengan TP PKK dengan Aku Hatinya PKK peduli pada masalah ini dengan mengembangkan pertanian perkotaan (urban farming) sebagai upaya untuk mendukung Ketahanan pangan melalui penyediaan kebutuhan pangan di skala Rumah Tangga.
Di wilayah Kelurahan Petemon Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, program ini sangat penting untuk dilaksanakan mengingat tingginya tingkat kepadatan penduduk serta keterbatasan lahan hijau yang tersedia. HATINYA PKK mendorong pemanfaatan pekarangan rumah secara optimal untuk menanam tanaman pangan, tanaman obat keluarga (TOGA), dan tanaman hias, yang tidak hanya memperindah lingkungan tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan keluarga. Pelaksanaan program ini juga sejalan dengan visi Kota Surabaya sebagai kota ramah anak dan berwawasan lingkungan. Dengan melibatkan peran aktif kader PKK, dasa wisma, dan masyarakat, HATINYA PKK diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidupwarga di lingkungan perkotaan yang padat, serta membentuk budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang asri, teratur, indah, nyaman, dan berkelanjutan.
2.1 Rencana Kegiatan
KEADAAN WILAYAH DAN PERMASALAHAN
Kelurahan Petemon Kecamatan Sawahan terletak di wilayah Surabaya Selatan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Kecamatan ini merupakan salah satu dari 31 kecamatan di kota tersebut dan terdiri atas 18 RW
Profil wilayah, analisa dan evaluasi kami rangkum menjadi satu paparan dimana pada intinya permasalahan klasik adalah keterbatasan lahan yang ada untuk melakukan kegiatan bercocok tanam. Namun dengan inovasi2 yang ada seperti penggunaan planter bag, vertical garden dll permasalahan dapat di minimalisir.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Pada intinya permasalah keterbatasan lahan yang ada di lingkungan perkotaan untuk melakukan cocok tanam guna mendukung ketahanan pangan dapat di minimalisir dengan inovasi2 yang ada saat ini. Bisa dilakukan dengan sistim vertical garden, dengan polybag atau planterbag dll asalkan warga punya satu persepsi yang sama yaitu sama2 berniat untuk meningkatkan pemberdayaan keluarga untuk menopang ekonomi keluarga melalui ketahanan pangan. Dengan demikian ada hal lain yang diperoleh selain mensejahterakan keluarga yaitu mempercantik lingkungan dengan dimulai dari lingkungan rumah sendiri.
Untuk meningkatkan semangat dan motivasi dari anggota Dawis dalam memanfaatkan pekarangan rumahnya agar sejalan dengan misi Aku Hatinya PKK, diadakan acara2 penyuluhan dan studi banding terhadap wilayah yang sudah berhasil survive. Hal ini dapat menjadi contoh bagi wilayah yang pemula dan sedang berkembang.
Sekolah Perempuan adalah wadah pembelajaran bagi perempuan kelompok rentan/lainnya dengan tujuan memperkuat konsep dan motivasi diri dalam lingkungan sosial. Melalui pendekatan yang praktis dan interaktif, pembelajaran ini akan membantu peserta menjadi individu yang lebih percaya diri serta sadar dan berdaya dalam bidang Politik, Hukum, Sosial Budaya, dan mandiri dalam bidang Ekonomi melalui pelatihan teknis dan keterampilan dalam Sekolah Perempuan Informal (SEKOPER) Kota Surabaya.
Program ini bertujuan sebagai wadah Perempuan Rangkah dalam memahami Konsep Diri dan Peran Perempuan (Kesetaraan Gender), mendapatkan pelatihan keterampilan dalam bidang ekonomi yang mendukung kemandirian dalam meningkatkan ekonomi Keluarga untuk ketahanan keluarga dalam mewujudkan Keluarga berkualitas, serta memahami peran, hak, dan kewajibannya dalam bidang Politik, Hukum, Sosial Budaya dalam Pembangunan Responsif Gender Kota Surabaya.
Hari/tanggal : Kamis – Jumat / 14 – 15 Agustus 2025
Pukul : 09.00 WIB – Selesai
Tempat : Ruang Pertemuan Lt. 2 Kecamatan Gubeng (Jl. Gubeng Airlangga I No. 2, Surabaya)
Sasaran kegiatan adalah Perempuan Kepala Keluarga Miskin/perempuan miskin atau pra miskin penduduk ber-NIK Kota Surabaya sesuai data aplikasi Sayang Warga (terdaftar pada Gakin/sejenisnya) dan bukan dari kategori penerima transport/jasa/honor dari Pemerintah Kota Surabaya seperti KSH/Bunda Paud/Satgas PPA/PKBM/lainnya (diutamakan masyarakat umum).
Perempuan Rangkah, Perempuan Berdaya, Berpartisipasi Aktif dalam Pembangunan Responsif Gender Kota Surabaya.
Terdapat dua (2) kegiatan yang dilaksanakan dalam SEKOPER 2025, yaitu:
Pelatihan ini ditujukan untuk para ibu rumah tangga dan perempuan komunitas yang memiliki minat dalam bidang kuliner. Materi pelatihan meliputi:
Beauty Class diperuntukkan bagi perempuan muda dan ibu rumah tangga yang tertarik di bidang kecantikan, khususnya tata rias wajah. Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan secara teknis dan membuka peluang usaha jasa rias. Materi yang diajarkan antara lain:
Narasumber/Fasilitator
Fasilitator 1 : One Widyawati, S.K.M., M.Kes. (Fasilitator PUG Provinsi Jawa Timur)
Fasilitator 2 : Exmi Gustriana Sari, S.Pd. (Fasilitator Spektra Surabaya)
Fasilitator 3 : Chef Risna dan Tim (Fasilitator Rotary Club)
Kegiatan Sekolah Perempuan ini memberikan dampak positif bagi peserta, baik dalam hal pengetahuan konsep dan manajemen diri, keberanian menyampaikan aspirasi dalam forum wilayah dan tampil di ruang publik, memahami perannya dalam bidang politik, hukum, sosial budaya dan penekanannya pada kemandirian Ekonomi serta diharapkan program ini dapat dilanjutkan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program kelurahan dan kecamatan lainnya sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam Pembangunan Responsif Gender Kota Surabaya.
Selama kurun waktu tahun 2024 hingga 2025, Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya telah melaksanakan berbagai kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga. Serangkaian kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Kelurahan Rangkah dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan keluarga.
Salah satu kegiatan unggulan adalah pendampingan dan pembinaan kelompok perempuan di tingkat RW. Melalui kunjungan dan koordinasi ke setiap RW di Kelurahan Rangkah, dari RW 1 sampai RW 9, pihak kelurahan bersama kader dan tokoh masyarakat melakukan dialog terbuka mengenai berbagai isu yang dihadapi warga. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara aparatur kelurahan dan masyarakat, terutama dalam mewujudkan lingkungan yang tangguh, produktif, dan tentunya inklusif karena ada keterwakilan perempuan di setiap pertemuan rutin Kelurahan Rangkah di tiap balai RW. Perwujudannya bisa diamati dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan seperti Pelayanan Adminduk Balai RW, Rapat Rutin Berkala Balai RW, dan Musrenbang TA 2024/2025.
Bersama perempuan, kita tumbuh dan menginspirasi.
Tahun 2025, banyak kegiatan pemberdayaan perempuan Kelurahan Rangkah yang diwujudkan melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). SOTH merupakan kelas yang diadakan di tiap balai RW sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memberikan pengasuhan yang tepat bagi anak balitanya. Hingga saat ini, tujuh (7) RW dari sembilan (9) RW di wilayah Kelurahan Rangkah telah melaksanakan program SOTH dan alhamdulillah berjalan dengan lancar.
Tak hanya itu, dukungan terhadap bidang kesehatan pun tak luput dari sasaran pemberdayaan perempuan Rangkah. Kamis, 28 Agustus 2025 – Kelurahan Rangkah Kecamatan Tambaksari bersama dengan Puskesmas Rangkah, Satgas TBC, dan Kader Surabaya Hebat (KSH) Rangkah telah melaksanakan Penyuluhan Serentak Merdeka TBC Tingkat RW se-Kota Surabaya Tahun 2025 secara daring (Zoom) sebagai upaya percepatan eliminasi TBC tahun 2030 dan Pemecahan Rekor MURI Tahun 2025. Dengan ini, kesembilan RW di wilayah Kelurahan Rangkah telah mendukung realisasi Pemecahan Rekor MURI Tahun 2025 dengan kegiatan Penyuluhan Serentak Merdeka TBC Tingkat RW se-Kota Surabaya Tahun 2025 dengan jumlah RW sebanyak 1.361 RW se-Kota Surabaya. Luar biasa!
Langkah kecil perempuan Rangkah, dampak besar bagi masyarakat.
Pada bidang promosi kesehatan (PROMKES), Kelurahan Rangkah bersinergi dengan Puskesmas Rangkah turut mendukung program Zero Stunting di wilayah Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari. Program inovasi yang dilakukan yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), yang telah dibentuk mulai tahun 2021. Inovator terdiri atas Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas, TP PKK, dan TPK. Inovasi DASHAT bertujuan untuk mengurangi jumlah balita Stunting (bating) di wilayah Kelurahan Rangkah dengan cara mengadakan dapur Stunting setiap 1 bulan sekali. Selain pemberian permakanan hasil masakan kepada bating, serangkaian kegiatan yang mendukung juga turut dilakukan seperti Penimbangan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala bating sebelum diberi makanan, Penyuluhan kepada Orang Tua Bating, dan fasilitas Alat Permainan Edukatif (APE) untuk bating.
Pada bidang pemberdayaan ekonomi, Kelurahan Rangkah bersama DISPERINAKER KOTA SURABAYA telah mengadakan kegiatan Pelatihan Menjahit Kampung Jahit RW 9 yang dilaksanakan di Jalan Alun-Alun Rangkah No. 25 (tepatnya di Aula Lantai 2 Kelurahan Rangkah) selama 6 hari, mulai Senin, 11 Agustus 2025 sampai Sabtu, 16 Agustus 2025. Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari masyarakat, khususnya pelaku usaha perempuan. Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM lokal diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dalam keterampilan busana. Dalam acara ini, Perempuan Rangkah tidak hanya belajar teori perkenalan peralatan dan bahan jahit, kemeja-celana dan ukuran standarnya, serta membuat polanya saja, namun juga turut praktik menjahit kain hingga menjadi kemeja dan celana siap pakai. Harapannya, Perempuan Rangkah dapat memperkuat jejaring usaha warga di tingkat kelurahan dan berdaya ekonomi tinggi melalui program Pemberdayaan Perempuan.
Pada bidang Pengarusutamaan Gender (PUG), Kelurahan Rangkah memiliki kegiatan yang telah dilaksanakan hingga tahun 2025 yaitu Partisipasi Aktif dalam Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Perlindungan Hak Anak di Pendopo Kecamatan Tambaksari, Advokasi kebijakan dan pendampingan pelaksanaan PUG termasuk PPRG, serta Pembinaan RW Responsif Gender dan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) Tahun 2025. PUG melibatkan berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi, di mana perspektif gender diintegrasikan ke dalam seluruh aspek pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan ini, Kelurahan Rangkah turut mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam aspek kehidupan bermasyarakat, serta memberdayakan perempuan dan laki-laki melalui berbagai kebijakan dan program yang telah dilakukan.
Perempuan Rangkah, Perempuan Berdaya!
Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan di Kelurahan Rangkah bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat potensi perempuan sebagai penggerak keluarga dan masyarakat. Dengan pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, Kelurahan Rangkah terus berupaya menciptakan lingkungan yang berdaya, mandiri, serta ramah bagi perempuan dan anak.
Diharapkan, seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan peran perempuan dalam segala aspek kehidupan — menuju Rangkah yang Maju, Harmonis, dan Berdaya.
Selama kurun waktu tahun 2023 hingga 2024, Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya telah melaksanakan berbagai kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga. Serangkaian kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Kelurahan Rangkah dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan keluarga.
Salah satu kegiatan unggulan adalah pendampingan dan pembinaan kelompok perempuan di tingkat RW. Melalui kunjungan dan koordinasi ke setiap RW di Kelurahan Rangkah, dari RW 1 sampai RW 9, pihak kelurahan bersama kader dan tokoh masyarakat melakukan dialog terbuka mengenai berbagai isu yang dihadapi warga. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara aparatur kelurahan dan masyarakat, terutama dalam mewujudkan lingkungan yang tangguh, produktif, dan tentunya inklusif karena ada keterwakilan perempuan di setiap pertemuan rutin Kelurahan Rangkah di tiap balai RW. Perwujudannya bisa diamati dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan seperti Pelayanan Adminduk Balai RW, Rapat Rutin Berkala Balai RW, dan Musrenbang TA 2024/2025.
Bersama perempuan, kita tumbuh dan menginspirasi.
Selain kegiatan pembinaan, pemberdayaan juga diwujudkan melalui pengembangan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Terdapat tiga (3) PUSPAGA di wilayah Kelurahan Rangkah yang masuk dalam SK PUSPAGA Tahun 2024, yaitu PUSPAGA Balai RW 2, PUSPAGA Balai RW 3, dan PUSPAGA Balai RW 9. Melalui program ini, ibu-ibu dan anak-anak/putra-putri dapat difasilitasi untuk mengikuti kegiatan Pos Curhat dan Sinau Bareng yang membahas pentingnya komunikasi dalam keluarga, pendidikan anak, dan peran perempuan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. PUSPAGA menjadi ruang aman dan suportif bagi perempuan untuk saling berbagi, belajar, dan tumbuh bersama.
Tak hanya itu, dukungan terhadap literasi anak dan perempuan juga diwujudkan melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di beberapa wilayah, seperti TBM RW 2 dan TBM RW 8. Kegiatan di TBM mendorong anak-anak untuk gemar membaca dan belajar dalam suasana yang menyenangkan. Para kader dan relawan juga turut berperan aktif dalam memberikan pendampingan belajar, membaca bersama, serta kegiatan kreatif lainnya demi mendukung program literasi di wilayah Kelurahan Rangkah.
Langkah kecil perempuan Rangkah, dampak besar bagi masyarakat.
Pada bidang promosi kesehatan (PROMKES), Kelurahan Rangkah bersinergi dengan Puskesmas Rangkah turut mendukung program Zero Stunting di wilayah Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari. Program inovasi yang dilakukan yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), yang telah dibentuk mulai tahun 2021. Inovator terdiri atas Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas, TP PKK, dan TPK. Inovasi DASHAT bertujuan untuk mengurangi jumlah balita Stunting (bating) di wilayah Kelurahan Rangkah dengan cara mengadakan dapur Stunting setiap 1 bulan sekali. Selain pemberian permakanan hasil masakan kepada bating, serangkaian kegiatan yang mendukung juga turut dilakukan seperti Penimbangan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala bating sebelum diberi makanan, Penyuluhan kepada Orang Tua Bating, dan fasilitas Alat Permainan Edukatif (APE) untuk bating.
Pada bidang pemberdayaan ekonomi, Kelurahan Rangkah juga mengadakan kegiatan Garage Sale dan Bazar UMKM yang dilaksanakan di Jalan Alun-Alun Rangkah pada tanggal 8 Juni 2023. Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari masyarakat, khususnya pelaku usaha perempuan. Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM lokal diberi kesempatan untuk memamerkan dan memasarkan produk-produk unggulan mereka, seperti kuliner, kerajinan tangan, dan busana. Acara ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga sarana memperkuat jejaring usaha warga di tingkat kelurahan.
Pada bidang Pengarusutamaan Gender (PUG), Kelurahan Rangkah memiliki kegiatan yang telah dilaksanakan hingga tahun 2024 yaitu Pembekalan FAS Kelurahan Rangkah (secara daring melalui Zoom), Partisipasi Aktif dalam Rakor Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) di Pendopo Kecamatan Tambaksari, Advokasi kebijakan dan pendampingan pelaksanaan PUG termasuk PPRG, serta Pembinaan RW Responsif Gender dan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) Tahun 2024. PUG melibatkan berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi, di mana perspektif gender diintegrasikan ke dalam seluruh aspek pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan ini, Kelurahan Rangkah turut mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam aspek kehidupan bermasyarakat, serta memberdayakan perempuan dan laki-laki melalui berbagai kebijakan dan program yang telah dilakukan.
Perempuan Rangkah, Perempuan Berdaya!
Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan di Kelurahan Rangkah bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat potensi perempuan sebagai penggerak keluarga dan masyarakat. Dengan pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, Kelurahan Rangkah terus berupaya menciptakan lingkungan yang berdaya, mandiri, serta ramah bagi perempuan dan anak.
Diharapkan, seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan peran perempuan dalam segala aspek kehidupan — menuju Rangkah yang Maju, Harmonis, dan Berdaya.

SURABAYA – Upaya untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 terus digalakkan dari tingkat akar rumput. Di Kelurahan Kedung Cowek, Surabaya, puluhan orang tua, khususnya para ibu, mengikuti program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang digelar pada Selasa (23/9/2025). Acara ini bertujuan membekali keluarga dengan pengetahuan esensial mengenai tumbuh kembang anak.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini dihadiri langsung oleh Camat Bulak dan Lurah Kedung Cowek, yang keduanya juga berperan sebagai Bunda PAUD di wilayah masing-masing. Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas pengasuhan anak sejak dini.
Dalam paparannya, Camat Bulak menekankan pentingnya periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai fondasi krusial bagi perkembangan fisik dan kognitif anak. “Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah memastikan setiap anak mendapatkan gizi dan stimulasi yang tepat di masa-masa emas pertumbuhannya,” ujarnya di hadapan para peserta.
Para orang tua tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga dilibatkan dalam sesi simulasi praktis. Mereka diajak mempraktikkan cara menstimulasi perkembangan gerak, kemampuan komunikasi, serta melatih kemandirian anak sesuai tahapan usianya.
Sementara itu, Lurah Kedung Cowek mengingatkan kembali tentang hak dasar anak untuk mendapatkan pendidikan. Ia menegaskan kewajiban orang tua untuk memastikan anak-anak usia 5 hingga 13 tahun bersekolah dan menuntaskan program wajib belajar.
“Pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka pintu masa depan yang lebih cerah. Pemerintah dan orang tua harus bersinergi untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal,” kata sang Lurah.
Program SOTH di Kedung Cowek ini menjadi bukti nyata bahwa membangun generasi unggul dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Dengan bekal ilmu yang komprehensif, para orang tua diharapkan mampu menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak-anak mereka, mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Pakal, Surabaya – Ketua TP PKK Kecamatan Pakal bersama Ketua TP PKK Kelurahan Sumber Rejo melakukan kunjungan pada 12 Juli 2025 dalam rangka pelaksanaan Lomba Bersama Wujudkan Surabaya Emas (BWSE) Jilid IV Tahun 2025.
BWSE merupakan program dan lomba yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya, dengan fokus utama mengeliminasi stunting pada anak-anak di Surabaya. Lomba ini menilai berbagai aspek penting, mulai dari pola asuh, tumbuh kembang anak, asupan makanan, hingga kondisi sanitasi lingkungan, sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas hidup dan mewujudkan generasi muda yang sehat dan cerdas.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat, kader PKK, serta warga di tingkat RT/RW, untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan mendukung pertumbuhan anak secara optimal. Kehadiran Ketua TP PKK Kecamatan Pakal memberikan motivasi bagi para peserta lomba untuk meningkatkan kualitas pengasuhan, kepedulian terhadap gizi anak, serta kerjasama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Pelaksanaan lomba BWSE di Kelurahan Sumber Rejo berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk menguatkan kolaborasi antara warga, kader PKK, dan perangkat kelurahan dalam mewujudkan Surabaya Emas, khususnya dalam membangun generasi anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Dengan kegiatan ini, diharapkan partisipasi warga semakin meningkat, kreativitas dan kepedulian terhadap kesehatan anak dan lingkungan terus terasah, sehingga program Surabaya Emas dapat tercapai secara maksimal melalui kolaborasi nyata di tingkat masyarakat.
Hari ini, kami mengikuti kegiatan Zoom dengan tema Gerakan Bumil Sehat yang digelar oleh KSH, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil di Kota Surabaya.
Acara ini berlangsung dengan penuh antusias di Aula Kel. Babat Jerawat, di mana para peserta mendapatkan wawasan dan informasi penting untuk menjaga kesehatan selama kehamilan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung gerakan ini!