Pengolahan sampah adalah tindakan sistematis yang melibatkan pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, dan pendaur ulangan untuk mengurangi dampak lingkungan serta memulihkan sumber daya (resource recovery). Penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi kunci utama: mengurangi sampah dari sumbernya, menggunakan kembali barang, dan mengolah limbah organik menjadi kompos atau anorganik menjadi produk bernilai ekonomis. Diwilayah Kelurahan Kendangsari ini ada 5 bank sampah yang sudah berjalan sejak tahun 2021 dan menghasilkan banyak barang daur ulang.
Pertemuan rutin kader Surabaya Hebat hari ini membahas tentang program-program terbaru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Surabaya. Dalam pertemuan ini, para kader berbagi pengalaman dan strategi dalam melaksanakan program-program yang telah berjalan sebelumnya. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kader Surabaya Hebat berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Surabaya.”
Pemantauan dan evaluasi (monev) pemetaan Aplikasi Sayang Warga untuk Kader Surabaya Hebat dilakukan untuk menilai efektivitas aplikasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Surabaya.Kader Surabaya Hebat dapat menggunakan aplikasi ini untuk melaporkan kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi sarang penyakit dan memantau kegiatan fogging serta distribusi bubuk abate.
Dengan adanya monev ini, diharapkan aplikasi Sayang Warga dapat lebih optimal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Surabaya
Kader Surabaya Hebat (KSH) telah menunjukkan kinerja yang baik dalam mendukung kesehatan masyarakat di Kota Surabaya. Berdasarkan laporan terbaru, KSH telah melakukan berbagai kegiatan, seperti pemantauan kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia, serta memberikan edukasi tentang gizi dan kesehatan. Dengan adanya KSH, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi dan layanan kesehatan yang mereka butuhkan. KSH juga telah bekerja sama dengan puskesmas dan dinas kesehatan setempat untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mencapai tujuan kesehatan masyarakat. Melalui program ini, diharapkan kesehatan masyarakat Kota Surabaya dapat terus meningkat dan masyarakat dapat hidup lebih sejahtera ¹
Lurah Rangkah Jefri Arditya Pamungkas, S.STP., M.A.P. secara resmi mempublikasikan “KABAYA” Kampung Tematik Jahit di RW 09 Kelurahan Rangkah. Kampung tematik jahit adalah sebuah kawasan atau lingkungan (biasanya di tingkat RT/RW atau kelurahan) yang difokuskan pada satu tema khusus, yaitu menjahit. Kampung ini berisi warga yang mempunyai keahlian menjahit (baju, seragam, batik, tas, dan lain-lain), unit usaha konveksi/rumahan, Tujuan Kampung Tematik Jahit adalah meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi warga, menumbuhkan wirausaha lokal, meningkatkan citra kampung sebagai sentra jahit dan membangun jejaring pemasaran produk lokal UMKM.
Kampung Jahit ini dibentuk sebagai respon atas kebutuhan peningkatan ekonomi keluarga, terutama bagi ibu rumah tangga dan perempuan yang ingin produktif dari rumah. Melihat potensi warga yang memiliki keterampilan menjahit, dibentuklah Kampung Jahit sebagai model inspiratif bagi kampung lain, sebagai kampung tematik berbasis keterampilan dan pemberdayaan perempuan.
Dengan dibentuknya kampung tematik berdaya jahit ini, diharapkan bisa menjadi langkah awal strategis dalam upaya pemberdayaan masyarakat,khususnya bagi Keluarga Miskin dan Pra-miskin di wilayah Kelurahan Rangkah. Pemberdayaan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru, mengurangi angka pengangguran, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara bekelanjutan.
Salah satu penerapan yang mendukung pemberdayaan masyarakat ini adalah melalui Pelatihan Teknis Menjahit RW 09 guna untuk Upgrade Skill. Kelurahan Rangkah berkolaborasi dengan Disperinaker Kota Surabaya merealisasikan kegiatan ini pada Senin, 11 Agustus 2025 selama 6 hari bertempat di Kantor Kelurahan Rangkah Jalan Alun-Alun Rangkah No. 25 Surabaya. Materi yang disampaikan meliputi perkenalan peralatan dan bahan jahit, teori tentang kemeja dan ukuran standart kemeja, belajar cara mengukur kemeja, belajar mengoperasikan mesin jahit, menjahit bentuk diatas kertas, belajar menjahit di atas kain, serta praktik memotong dan menjahit celana, rok dan kemeja.
Harapannya, pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis menjahit kepada perempuan Rangkah sehingga mereka lebih percaya diri untuk membuat produk sendiri baik secara individu maupun kolektif melalui koperasi atau kelompok usaha, menerima pesanan, bahkan membuka sentra produksi yang dikenal sebagai tempat penghasil produk-produk jahit berkualitas, baik untuk pasar lokal maupun online, misalnya menjual hasil karya lewat media sosial, marketplace, atau mengikuti pameran virtual. Selain itu, pelatihan ini merupakan fondasi awal bagi berbagai program lanjutan seperti pelatihan bordir, desain busana, pemasaran digital, hingga manajemen usaha kecil menuju Rangkah Maju, Harmonis dan Berdaya.
Tim dari Kecamatan Gayungan Kota Surabaya melakukan monitoring UMKM yang di laksanakan di Taman Bungkul Kota Surabaya pada hari minggu. UMKM dari Kecamatan Gayungan ada 4 UMKM yang berjualan
Tujuan monitoring Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat kecamatan adalah untuk memantau dan memastikan pelaksanaan program UMKM berjalan sesuai rencana, mengidentifikasi masalah dan hambatan yang dihadapi pelaku usaha, serta memberikan pendampingan dan pembinaan agar UMKM dapat berkembang dan meningkatkan kualitas produk serta pemasarannya.
Pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kampung Pancasila di RW 5 Kelurahan Pakis ini dilaksanakan tanggal 19 dan 20 September 2025 yang merupakan rangkaian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Bapak Wisnu Wardhana selaku Ketua Panitia kegiatan ini yang merupakan Ketua Satgas Ekonomi Kampung Pancasila di RW 5 Kelurahan Pakis menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memjukan UMKM yang ada di wilayah RW 5 Kelurahan Pakis.
Kegiatan ini merupakan bukti nyata adanya dukungan dari semua sektor dalam upaya pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan di wilayah Kelurahan Pakis
Usaha Mikro, Kecil dan Menangah adalah usaha produktif yang dimiliki dan dikelola oleh perorangan atau badan usaha serta menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan peran besar dalam penyerapan tenaga kerja dan pemerataan pembangunan ekonomi nasional.
Pemerintah memberikan dukungan khusus bagi UMKM melalui berbagai kebijakan diantaranya untuk Pemerintah Kota Surabaya memberikan tempat berupa stand dalam satu area pada kegiatan Car Free Day (CFD) pada hari Minggu mulai pukul 06.00 sampai dengan 09.00 WIB. Salah satu kegiatannya berlokasi di Taman Bungkul.
Kecamatan Mulyorejo turut memarakkan kegiatan tersebut dengan mengirimkan UMKM sebanyak 5 UMKM setiap bulannya sesuai permintaan OPD terkait.
Kegiatan Skrining Kesehatan Integrasi adalah serangkaian pemeriksaan medis yang bertujuan mendeteksi penyakit atau kondisi kesehatan tertentu pada tahap dini, bahkan sebelum gejala itu muncul. Tujuan utamanya adalah untuk mendeteksi dini resiko penyakit seperti diabetes, hipertensi dan jantung sehingga tindakan pencegahan atau pengobatan dapat dilakukan secara efektif dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Kegiatan Skrining Kesehatan bertempat di Pos Pantau RT.01 RW.04 Jl. margorejo 3-F / 87 Surabaya.
Manfaat Skrining Kesehatan :
Jenis Skrining Kesehatan yang dibutuhkan bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, riwayat keluarga dan faktor risiko individu.
Pemeriksaan umum yang sering dilakukan antara lain :
Skrining kesehatan dapat dilakukan kapan saja dan sering kali bersifat preventif atau dilakukan secara berkala sesuai panduan medis untuk memantau kondisi tubuh.


Sekolah Perempuan adalah wadah pembelajaran bagi perempuan kelompok rentan/lainnya dengan tujuan memperkuat konsep dan motivasi diri dalam lingkungan sosial. Melalui pendekatan yang praktis dan interaktif, pembelajaran ini akan membantu peserta menjadi individu yang lebih percaya diri serta sadar dan berdaya dalam bidang Politik, Hukum, Sosial Budaya, dan mandiri dalam bidang Ekonomi melalui pelatihan teknis dan keterampilan dalam Sekolah Perempuan Informal (SEKOPER) Kota Surabaya.
Program ini bertujuan sebagai wadah Perempuan Rangkah dalam memahami Konsep Diri dan Peran Perempuan (Kesetaraan Gender), mendapatkan pelatihan keterampilan dalam bidang ekonomi yang mendukung kemandirian dalam meningkatkan ekonomi Keluarga untuk ketahanan keluarga dalam mewujudkan Keluarga berkualitas, serta memahami peran, hak, dan kewajibannya dalam bidang Politik, Hukum, Sosial Budaya dalam Pembangunan Responsif Gender Kota Surabaya.
Hari/tanggal : Kamis – Jumat / 14 – 15 Agustus 2025
Pukul : 09.00 WIB – Selesai
Tempat : Ruang Pertemuan Lt. 2 Kecamatan Gubeng (Jl. Gubeng Airlangga I No. 2, Surabaya)
Sasaran kegiatan adalah Perempuan Kepala Keluarga Miskin/perempuan miskin atau pra miskin penduduk ber-NIK Kota Surabaya sesuai data aplikasi Sayang Warga (terdaftar pada Gakin/sejenisnya) dan bukan dari kategori penerima transport/jasa/honor dari Pemerintah Kota Surabaya seperti KSH/Bunda Paud/Satgas PPA/PKBM/lainnya (diutamakan masyarakat umum).
Perempuan Rangkah, Perempuan Berdaya, Berpartisipasi Aktif dalam Pembangunan Responsif Gender Kota Surabaya.
Terdapat dua (2) kegiatan yang dilaksanakan dalam SEKOPER 2025, yaitu:
Pelatihan ini ditujukan untuk para ibu rumah tangga dan perempuan komunitas yang memiliki minat dalam bidang kuliner. Materi pelatihan meliputi:
Beauty Class diperuntukkan bagi perempuan muda dan ibu rumah tangga yang tertarik di bidang kecantikan, khususnya tata rias wajah. Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan secara teknis dan membuka peluang usaha jasa rias. Materi yang diajarkan antara lain:
Narasumber/Fasilitator
Fasilitator 1 : One Widyawati, S.K.M., M.Kes. (Fasilitator PUG Provinsi Jawa Timur)
Fasilitator 2 : Exmi Gustriana Sari, S.Pd. (Fasilitator Spektra Surabaya)
Fasilitator 3 : Chef Risna dan Tim (Fasilitator Rotary Club)
Kegiatan Sekolah Perempuan ini memberikan dampak positif bagi peserta, baik dalam hal pengetahuan konsep dan manajemen diri, keberanian menyampaikan aspirasi dalam forum wilayah dan tampil di ruang publik, memahami perannya dalam bidang politik, hukum, sosial budaya dan penekanannya pada kemandirian Ekonomi serta diharapkan program ini dapat dilanjutkan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program kelurahan dan kecamatan lainnya sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam Pembangunan Responsif Gender Kota Surabaya.
Selama kurun waktu tahun 2024 hingga 2025, Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya telah melaksanakan berbagai kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga. Serangkaian kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Kelurahan Rangkah dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan keluarga.
Salah satu kegiatan unggulan adalah pendampingan dan pembinaan kelompok perempuan di tingkat RW. Melalui kunjungan dan koordinasi ke setiap RW di Kelurahan Rangkah, dari RW 1 sampai RW 9, pihak kelurahan bersama kader dan tokoh masyarakat melakukan dialog terbuka mengenai berbagai isu yang dihadapi warga. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara aparatur kelurahan dan masyarakat, terutama dalam mewujudkan lingkungan yang tangguh, produktif, dan tentunya inklusif karena ada keterwakilan perempuan di setiap pertemuan rutin Kelurahan Rangkah di tiap balai RW. Perwujudannya bisa diamati dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan seperti Pelayanan Adminduk Balai RW, Rapat Rutin Berkala Balai RW, dan Musrenbang TA 2024/2025.
Bersama perempuan, kita tumbuh dan menginspirasi.
Tahun 2025, banyak kegiatan pemberdayaan perempuan Kelurahan Rangkah yang diwujudkan melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). SOTH merupakan kelas yang diadakan di tiap balai RW sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memberikan pengasuhan yang tepat bagi anak balitanya. Hingga saat ini, tujuh (7) RW dari sembilan (9) RW di wilayah Kelurahan Rangkah telah melaksanakan program SOTH dan alhamdulillah berjalan dengan lancar.
Tak hanya itu, dukungan terhadap bidang kesehatan pun tak luput dari sasaran pemberdayaan perempuan Rangkah. Kamis, 28 Agustus 2025 – Kelurahan Rangkah Kecamatan Tambaksari bersama dengan Puskesmas Rangkah, Satgas TBC, dan Kader Surabaya Hebat (KSH) Rangkah telah melaksanakan Penyuluhan Serentak Merdeka TBC Tingkat RW se-Kota Surabaya Tahun 2025 secara daring (Zoom) sebagai upaya percepatan eliminasi TBC tahun 2030 dan Pemecahan Rekor MURI Tahun 2025. Dengan ini, kesembilan RW di wilayah Kelurahan Rangkah telah mendukung realisasi Pemecahan Rekor MURI Tahun 2025 dengan kegiatan Penyuluhan Serentak Merdeka TBC Tingkat RW se-Kota Surabaya Tahun 2025 dengan jumlah RW sebanyak 1.361 RW se-Kota Surabaya. Luar biasa!
Langkah kecil perempuan Rangkah, dampak besar bagi masyarakat.
Pada bidang promosi kesehatan (PROMKES), Kelurahan Rangkah bersinergi dengan Puskesmas Rangkah turut mendukung program Zero Stunting di wilayah Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari. Program inovasi yang dilakukan yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), yang telah dibentuk mulai tahun 2021. Inovator terdiri atas Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas, TP PKK, dan TPK. Inovasi DASHAT bertujuan untuk mengurangi jumlah balita Stunting (bating) di wilayah Kelurahan Rangkah dengan cara mengadakan dapur Stunting setiap 1 bulan sekali. Selain pemberian permakanan hasil masakan kepada bating, serangkaian kegiatan yang mendukung juga turut dilakukan seperti Penimbangan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala bating sebelum diberi makanan, Penyuluhan kepada Orang Tua Bating, dan fasilitas Alat Permainan Edukatif (APE) untuk bating.
Pada bidang pemberdayaan ekonomi, Kelurahan Rangkah bersama DISPERINAKER KOTA SURABAYA telah mengadakan kegiatan Pelatihan Menjahit Kampung Jahit RW 9 yang dilaksanakan di Jalan Alun-Alun Rangkah No. 25 (tepatnya di Aula Lantai 2 Kelurahan Rangkah) selama 6 hari, mulai Senin, 11 Agustus 2025 sampai Sabtu, 16 Agustus 2025. Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari masyarakat, khususnya pelaku usaha perempuan. Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM lokal diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dalam keterampilan busana. Dalam acara ini, Perempuan Rangkah tidak hanya belajar teori perkenalan peralatan dan bahan jahit, kemeja-celana dan ukuran standarnya, serta membuat polanya saja, namun juga turut praktik menjahit kain hingga menjadi kemeja dan celana siap pakai. Harapannya, Perempuan Rangkah dapat memperkuat jejaring usaha warga di tingkat kelurahan dan berdaya ekonomi tinggi melalui program Pemberdayaan Perempuan.
Pada bidang Pengarusutamaan Gender (PUG), Kelurahan Rangkah memiliki kegiatan yang telah dilaksanakan hingga tahun 2025 yaitu Partisipasi Aktif dalam Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Perlindungan Hak Anak di Pendopo Kecamatan Tambaksari, Advokasi kebijakan dan pendampingan pelaksanaan PUG termasuk PPRG, serta Pembinaan RW Responsif Gender dan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) Tahun 2025. PUG melibatkan berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi, di mana perspektif gender diintegrasikan ke dalam seluruh aspek pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan ini, Kelurahan Rangkah turut mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam aspek kehidupan bermasyarakat, serta memberdayakan perempuan dan laki-laki melalui berbagai kebijakan dan program yang telah dilakukan.
Perempuan Rangkah, Perempuan Berdaya!
Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan di Kelurahan Rangkah bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat potensi perempuan sebagai penggerak keluarga dan masyarakat. Dengan pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, Kelurahan Rangkah terus berupaya menciptakan lingkungan yang berdaya, mandiri, serta ramah bagi perempuan dan anak.
Diharapkan, seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan peran perempuan dalam segala aspek kehidupan — menuju Rangkah yang Maju, Harmonis, dan Berdaya.
Selama kurun waktu tahun 2023 hingga 2024, Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya telah melaksanakan berbagai kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga. Serangkaian kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Kelurahan Rangkah dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan keluarga.
Salah satu kegiatan unggulan adalah pendampingan dan pembinaan kelompok perempuan di tingkat RW. Melalui kunjungan dan koordinasi ke setiap RW di Kelurahan Rangkah, dari RW 1 sampai RW 9, pihak kelurahan bersama kader dan tokoh masyarakat melakukan dialog terbuka mengenai berbagai isu yang dihadapi warga. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara aparatur kelurahan dan masyarakat, terutama dalam mewujudkan lingkungan yang tangguh, produktif, dan tentunya inklusif karena ada keterwakilan perempuan di setiap pertemuan rutin Kelurahan Rangkah di tiap balai RW. Perwujudannya bisa diamati dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan seperti Pelayanan Adminduk Balai RW, Rapat Rutin Berkala Balai RW, dan Musrenbang TA 2024/2025.
Bersama perempuan, kita tumbuh dan menginspirasi.
Selain kegiatan pembinaan, pemberdayaan juga diwujudkan melalui pengembangan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Terdapat tiga (3) PUSPAGA di wilayah Kelurahan Rangkah yang masuk dalam SK PUSPAGA Tahun 2024, yaitu PUSPAGA Balai RW 2, PUSPAGA Balai RW 3, dan PUSPAGA Balai RW 9. Melalui program ini, ibu-ibu dan anak-anak/putra-putri dapat difasilitasi untuk mengikuti kegiatan Pos Curhat dan Sinau Bareng yang membahas pentingnya komunikasi dalam keluarga, pendidikan anak, dan peran perempuan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. PUSPAGA menjadi ruang aman dan suportif bagi perempuan untuk saling berbagi, belajar, dan tumbuh bersama.
Tak hanya itu, dukungan terhadap literasi anak dan perempuan juga diwujudkan melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di beberapa wilayah, seperti TBM RW 2 dan TBM RW 8. Kegiatan di TBM mendorong anak-anak untuk gemar membaca dan belajar dalam suasana yang menyenangkan. Para kader dan relawan juga turut berperan aktif dalam memberikan pendampingan belajar, membaca bersama, serta kegiatan kreatif lainnya demi mendukung program literasi di wilayah Kelurahan Rangkah.
Langkah kecil perempuan Rangkah, dampak besar bagi masyarakat.
Pada bidang promosi kesehatan (PROMKES), Kelurahan Rangkah bersinergi dengan Puskesmas Rangkah turut mendukung program Zero Stunting di wilayah Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari. Program inovasi yang dilakukan yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), yang telah dibentuk mulai tahun 2021. Inovator terdiri atas Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas, TP PKK, dan TPK. Inovasi DASHAT bertujuan untuk mengurangi jumlah balita Stunting (bating) di wilayah Kelurahan Rangkah dengan cara mengadakan dapur Stunting setiap 1 bulan sekali. Selain pemberian permakanan hasil masakan kepada bating, serangkaian kegiatan yang mendukung juga turut dilakukan seperti Penimbangan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala bating sebelum diberi makanan, Penyuluhan kepada Orang Tua Bating, dan fasilitas Alat Permainan Edukatif (APE) untuk bating.
Pada bidang pemberdayaan ekonomi, Kelurahan Rangkah juga mengadakan kegiatan Garage Sale dan Bazar UMKM yang dilaksanakan di Jalan Alun-Alun Rangkah pada tanggal 8 Juni 2023. Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari masyarakat, khususnya pelaku usaha perempuan. Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM lokal diberi kesempatan untuk memamerkan dan memasarkan produk-produk unggulan mereka, seperti kuliner, kerajinan tangan, dan busana. Acara ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga sarana memperkuat jejaring usaha warga di tingkat kelurahan.
Pada bidang Pengarusutamaan Gender (PUG), Kelurahan Rangkah memiliki kegiatan yang telah dilaksanakan hingga tahun 2024 yaitu Pembekalan FAS Kelurahan Rangkah (secara daring melalui Zoom), Partisipasi Aktif dalam Rakor Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) di Pendopo Kecamatan Tambaksari, Advokasi kebijakan dan pendampingan pelaksanaan PUG termasuk PPRG, serta Pembinaan RW Responsif Gender dan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) Tahun 2024. PUG melibatkan berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi, di mana perspektif gender diintegrasikan ke dalam seluruh aspek pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan ini, Kelurahan Rangkah turut mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam aspek kehidupan bermasyarakat, serta memberdayakan perempuan dan laki-laki melalui berbagai kebijakan dan program yang telah dilakukan.
Perempuan Rangkah, Perempuan Berdaya!
Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan di Kelurahan Rangkah bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat potensi perempuan sebagai penggerak keluarga dan masyarakat. Dengan pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, Kelurahan Rangkah terus berupaya menciptakan lingkungan yang berdaya, mandiri, serta ramah bagi perempuan dan anak.
Diharapkan, seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan peran perempuan dalam segala aspek kehidupan — menuju Rangkah yang Maju, Harmonis, dan Berdaya.