Kegiatan mengambil Rapor selalu dikaitkan dengan sosok Ibu,kali ini Pemerintah memberikan sebuah inovasi yang menarik perhatian publik yaitu “Gerakan Ayah Mengambil Raport ke Sekolah atau GEMAR”. Gerakan Ayah Mengambil Raport (GEMAR) merupakan inisiatif resmi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini diluncurkan melalui Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025.
Tujuan Gemar digaungkan ke Sekolah-sekolah dari PAUD hingga SMA adalah untuk mendorong perubahan budaya pengasuhan, dimana sosok ayah adalah sebagai kepala keluarga yang sangat bertanggung jawab dalam kelangsungan hidup keluarga, selain memberikan peranan penting menjadi sumber pencari nafkah,maka dari itu sosok ayah juga wajib menjadi pendamping aktif dalam pendidikan dan perkembangan anak.
Dalam Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2025, terdapat beberapa poin penting yang menjadi dasar pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Raport, antara lain: Ayah yang memiliki anak usia sekolah diimbau untuk datang langsung ke sekolah saat pembagian rapor akhir semester. Anak usia sekolah yang dimaksud mencakup jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah. Pelaksanaan GEMAR dimulai sejak Desember 2025 dan disesuaikan dengan kalender akademik masing-masing sekolah.
Tujuan Utama Gerakan Ayah Mengambil Raport
Ajakan Gerakan Ayah Mengambil Raport memiliki tujuan jangka panjang yang cukup mendalam, berikut adalah tujuan utama dari program ini :
- Memperkuat Peran Ayah dalam dunia Pendidikan
- Membangun Kedekatan Emosional Ayah dan Anak
- Memperkuat Komunikasi Orang Tua dan Sekolah
- Menegaskan Komitmen Keluarga terhadap Pendidikan
- Menjawab Tantangan Fatherless.
Gerakan Ayah Mengambil Raport bukan hanya tentang hadir secara fisik di sekolah, tetapi tentang perubahan cara pandang terhadap pengasuhan. Pemerintah berharap, melalui kebiasaan sederhana ini, lahir generasi anak yang tumbuh dengan dukungan emosional yang seimbang, komunikasi keluarga yang sehat, serta peran orang tua yang setara.










