Kampung Asi Talinum merupakan sebuah kelompok inisiatif yang berdedikasi untuk mendukung pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara optimal di Kelurahan Dupak. Dengan anggota berjumlah 20 orang dan dipimpin oleh Ketua, Ibu Mudjiati, kelompok ini bertujuan utama untuk memastikan setiap ibu di wilayahnya mampu memaksimalkan pemenuhan kebutuhan ASI bagi anak mereka. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kolektif untuk menciptakan generasi yang sehat dan terhindar dari masalah gizi, seperti stunting. Keberadaan kelompok ini menjadi representasi nyata dari kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak.
Tidak hanya fokus pada para ibu, kelompok Kampung Asi Talinum juga memiliki misi penting untuk mendorong keterlibatan dan kepedulian para ayah terhadap istri dan anak mereka, khususnya dalam proses menyusui. Kelompok ini menyadari bahwa keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangat bergantung pada dukungan penuh dari lingkungan terdekat, dan peran ayah adalah salah satu pilar utamanya. Dengan mengedukasi dan mengajak para ayah, diharapkan tercipta ekosistem keluarga yang suportif, sehingga beban dan stres yang mungkin dialami ibu menyusui dapat berkurang, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kelancaran produksi ASI.
Salah satu program unggulan yang dijalankan oleh Kampung Asi Talinum adalah budidaya tanaman daun katuk. Daun katuk (Sauropus androgynus) dikenal secara luas di Indonesia sebagai sayuran yang efektif untuk melancarkan dan meningkatkan produksi ASI. Kelompok ini telah berhasil menyebarkan penanaman daun katuk di setiap Rukun Tetangga (RT) yang berada dalam wilayah Rukun Warga (RW) 04 dan 05, Kelurahan Dupak. Inisiatif penanaman ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan alami yang mudah diakses dan terjangkau, sehingga setiap ibu menyusui dapat memanfaatkannya sebagai pendukung gizi dan laktasi mereka sehari-hari.
Secara keseluruhan, Kampung Asi Talinum di bawah kepemimpinan Ibu Mudjiati bukan sekadar kelompok pendukung ASI biasa. Mereka adalah motor penggerak perubahan sosial berbasis komunitas yang aktif memberdayakan ibu dan ayah, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang optimal anak. Melalui edukasi, pendampingan, dan penyediaan sumber daya alami seperti daun katuk, kelompok ini telah menanamkan nilai-nilai kepedulian gizi dan peran keluarga yang seimbang, menjadikan mereka contoh sukses dalam upaya mewujudkan kesehatan masyarakat dari tingkat akar rumput di Kelurahan Dupak.






