Surabaya, 15 Oktober 2023 — Untuk mendukung tercapainya Kota Surabaya sebagai Daerah Ramah Perempuan dan Layak Anak pada tahun 2024, Pemerintah Kota Surabaya mengadakan kegiatan Pembinaan RW Responsif Gender, Kelurahan Ramah Perempuan, dan Peduli Anak pada bulan Oktober ini. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini melibatkan tiga kecamatan di Surabaya, yaitu Kecamatan Rungkut, Tenggilis Mejoyo, dan Bubutan, dengan total 15 kelurahan yang menjadi sasaran program pembinaan.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada seluruh ketua RW beserta ketua RT, Koordinator Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Kader Surabaya Hebat (KSH), tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Babinsa, Babinkamtibmas, Puskesmas, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). Mereka diberikan pembekalan mengenai indikator-indikator dan langkah-langkah sinergi yang diperlukan untuk mewujudkan lingkungan RW dan Kelurahan yang responsif gender dan peduli anak sesuai dengan kebutuhan spesifik tiap wilayah.
Acara ini dibuka oleh Kabid Pengarusutamaan Gender dan Perlindungan Hak Anak (PUG-PHA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya, Ibu Relita W., S.Sos., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Surabaya sebagai kota yang ramah terhadap perempuan dan anak.
Sebagai narasumber, kegiatan ini menghadirkan Ibu Drg. Rochendah, M.Kes., Ketua Bidang Perlindungan Anak dari Forum Puspa, yang juga merupakan relawan dari NGO Rotary Club Surabaya. Materi yang disampaikan mencakup strategi perlindungan anak serta langkah-langkah konkrit yang dapat diterapkan di setiap wilayah guna mencapai lingkungan yang lebih aman dan ramah bagi perempuan dan anak.
Kegiatan ini diharapkan mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi fondasi penting dalam mewujudkan komitmen Kota Surabaya sebagai daerah yang ramah perempuan dan layak anak.