Dalam upaya meningkatkan keterampilan masyarakat serta mendorong pemberdayaan ekonomi, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan pelatihan pembuatan batik Shibori. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 23 s/d 25 April 2025 pukul 08.00 WIB s/d 17.00 WIB dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga dan pencari kerja.
Pelatihan yang bertempat di Balai RW.10 Kelurahan Pegirian Kecamatan Semampir Kota Surabaya, menghadirkan instruktur berpengalaman yang memberikan materi secara teori dan praktik mengenai teknik dasar hingga lanjutan dalam pembuatan batik Shibori, salah satu teknik pewarnaan kain asal Jepang yang kini mulai populer di Indonesia karena keunikannya dan nilai estetikanya yang tinggi.
Tujuan Pelatihan
Kepala Bidang Industri Ibu Chairani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan keterampilan kerja dan kewirausahaan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat memiliki keterampilan baru yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan, baik secara individu maupun kelompok. Batik Shibori adalah salah satu peluang usaha kreatif yang menjanjikan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Materi dan Teknik Pelatihan
Peserta diperkenalkan pada berbagai teknik dasar Shibori, seperti itajime (lipat dan tekan), arashi (putar dan ikat), dan kanoko (ikat titik). Mereka juga diajarkan cara memilih bahan, meracik pewarna alami dan sintetis, serta proses fiksasi warna agar kain tahan lama.
Antusiasme dan Harapan Peserta
Salah satu peserta, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan ini. Ia melihat adanya peluang untuk mengembangkan usaha rumahan dari keterampilan yang didapat.
“Awalnya saya tidak tahu apa itu Shibori, tapi setelah mencoba langsung, ternyata menyenangkan dan hasilnya bagus. Saya ingin mencoba membuat produk-produk seperti syal, baju, atau taplak meja dari kain Shibori,” ujarnya dengan antusias.
Langkah Lanjutan
Usai pelatihan, para peserta diharapkan dapat terus mengembangkan keterampilannya secara mandiri. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya berencana melakukan pendampingan lanjutan serta memberikan akses permodalan dan pemasaran bagi peserta yang serius ingin mengembangkan usaha.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antar lembaga pemerintah dan lembaga zakat dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.








