Surabaya, 24 Februari 2026 Pembinaan Kelurahan Ramah Perempuan Dan Peduli Anak yang diadakan di Aula Kelurahan Embong Kaliasiin yang beralamat di jl embong solo no.10 ini di hadiri sejumlah 40 orang yang terdiri dari perwakilan setiap RW dan perangkat desa setempat. Pembinaan ini bertujuan untuk terlaksananya program ini untuk mencapai kesetaraan gender mewujudkan Wilayah RW yang Ramah Perempuan dan Peduli anak.
Dalam Pemaparannya Bapak Aan Haryono sebagai narasumber dari KPID jatim menegaskan bahwa adanya sinergi Bersama antara masyarakat dan pemerintah kelurahan ini adalah kolaborasi yang tepat guna mencapai kelurahan yang ramah perempuan dan peduli anak hal ini di buktikan bahwa adanya masalah-masalah kekerasan terhadap petempuan intimidasi dalam masyarakat ketika tidak terjadi komunikasi yang baik maka akhirnya menjadi boomerang tersendiri untuk korban. Sehingga pihak kelurahan ini perlu memerhatikan beberapa indikator yang menunjang tercipta program yang berkelanjutan.
Indikator-indikator penunjang nya adalah adanya pengorganisasian terhadap perempuan di kelurahan hal ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang muncul di antara mereka pastinya ada beberapa faktor permasalahan terkait intimidasi atau kekerasan yang di alami perempuan maupun anak, adanya data pilah dari pihak kelurahan sehingga masalah yang muncul tadi sesuai data yang ada di lapangan, tersedianya kebijakan kelurahan ramah dan peduli anak. Yang dimana di buktikan dengan hubungan antara masyrakat, ketua RW, serta pemerintahan kelurahan sehingga tercipta faktor penting dalam memperkuat implementasi program.
Pada intinya keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, data terkelola secara sistematis, serta kebijakan diterapkan secara konsisten, maka upaya menciptakan lingkungan yang aman, setara, dan peduli terhadap hak perempuan dan anak bukan lagi sekadar wacana, melainkan menjadi gerakan bersama yang nyata di tingkat kelurahan.







