Surabaya, 24 Februari 2026 Program berkelanjutan di tingkat kelurahan yang dilaksanakan di Balai RW 5 Kapasari yang beralamat di jl. Kapasari no.1 yang di hadiri sekitar 55 orang yang terdiri dari perwakilan setiap RW dan perangkat desa setempat. Program pembinaan berkelanjutan ini bertujuan untuk mewujudkan kelurahan ramah perempuan dan peduli anak sebagai pencapaian mengintegrasikan perspektif Gender(cara pandang bahwa laki-laki dan perempuan memiliki peran,tanggung jawab,kebutuhan,pengalaman,kondisi yang berbeda yang perlu dipertimbangkan dalam berpikir,bersikap dan bertindak) dan Hak anak dalam tata kelola mendukung penyelenggaraan pemerintahan , pembangunan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat RW yang dilakukan secara terencana.
Dalam paparannya Ibu Cicik Sri Rejeki selaku narasumber menegaskan bahwa keberhasilan kelurahan ramah perempuan dan peduli anak faktor utamanya adalah terjadinya komunikasi dari pihak kelurahan dan warga karena Komunikasi yang terbuka dan partisipatif akan terjadi pendekatan antara pemerintahan kelurahan dan warga. Hal ini juga di dukung dengan beberapa indikator seperti adanya pengorganisasian perempuan dan anak di tingkat desa/kelurahan Pengorganisasian ini dapat diwujudkan melalui pembentukan forum perempuan, kelompok ibu, forum anak, maupun komunitas berbasis warga yang secara aktif terlibat dalam musyawarah dan pengambilan keputusan. Dengan adanya wadah tersebut, perempuan dan anak memiliki ruang aman untuk menyampaikan aspirasi, mengidentifikasi persoalan, serta terlibat dalam perencanaan program pembangunan di wilayahnya.
Selain itu, tersedianya data desa/kelurahan yang memuat data terpilah tentang perempuan dan anak. Data terpilah berdasarkan jenis kelamin dan usia memungkinkan pemerintah desa/kelurahan memahami kondisi riil masyarakat, termasuk tingkat pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta potensi kerentanan terhadap kekerasan atau diskriminasi. Dengan basis data yang akurat dan terbarui, program pemberdayaan dan perlindungan dapat dirancang secara lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan, sehingga upaya mewujudkan desa/kelurahan ramah perempuan dan peduli anak dapat berjalan optimal. Sehingga keberhasilan program kelurahan ramah perempuan dan peduli anak adalah sinergi dari masyarakat dan pihak kelurahan akan saling bersama membangun lingkungan yang aman dan nyaman serta terbebas dari intimidasi gender.







