Surabaya, 24 Februari 2026 – Pembinaan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) di wilayah Kelurahan Kebonsari dilaksanakan di Pendopo Kelurahan Kebonsari yang beralamat di Jalan Kebonsari Manunggal No. 22. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pengurus RW, perangkat kelurahan, serta unsur masyarakat yang turut berperan dalam mendukung pembangunan sosial di tingkat wilayah. Pembinaan ini bertujuan untuk mengintegrasikan perspektif gender, yaitu cara pandang bahwa laki-laki dan perempuan memiliki peran, tanggung jawab, kebutuhan, pengalaman, serta kondisi yang berbeda sehingga perlu dipertimbangkan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam setiap kebijakan maupun program pembangunan di tingkat kelurahan.
Dalam pelaksanaannya, Ibu Ely Rosyidah selaku narasumber menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kelurahan, pengurus RW, tokoh masyarakat, serta partisipasi aktif warga dalam mengimplementasikan program Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak secara berkelanjutan. Sinergi antar unsur masyarakat ini menjadi faktor penting agar program yang dijalankan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata dalam kehidupan sosial masyarakat.
Lebih lanjut disampaikan bahwa terdapat beberapa indikator penting dalam menciptakan kelurahan yang ramah perempuan dan peduli anak. Salah satunya adalah adanya pengorganisasian perempuan di tingkat kelurahan melalui berbagai kelompok masyarakat, seperti forum perempuan, kader PKK, maupun kelompok pemberdayaan lainnya. Melalui pengorganisasian ini, perempuan memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi, serta berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan pembangunan di wilayahnya.
Selain itu, ketersediaan data terpilah mengenai perempuan dan anak juga menjadi aspek penting dalam mendukung keberhasilan program ini. Data yang akurat dan terstruktur sangat dibutuhkan untuk mengetahui kondisi riil masyarakat, mulai dari tingkat pendidikan, kesehatan, pekerjaan, hingga potensi kerentanan terhadap kekerasan atau diskriminasi. Dengan adanya data yang terorganisir secara menyeluruh, pihak kelurahan dapat merancang program yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Pembinaan ini juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui sistem pelaporan yang jelas, pendampingan terhadap korban, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kekerasan dan perlindungan hak anak. Dengan adanya komitmen bersama serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kelurahan Kebonsari mampu menjadi wilayah yang benar-benar ramah perempuan dan peduli anak, serta mampu menciptakan lingkungan sosial yang aman, setara, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.







