Surabaya, 24 Februari 2026 – Program pembinaan berkelanjutan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Ketabang yang berada di Jl. Ambengan no.36 menjadi wujud komitmen bersama dalam mengintegrasikan perspektif gender dan pemenuhan hak anak ke dalam tata kelola pemerintahan kelurahan. Kegiatan yang melibatkan perangkat kelurahan, perwakilan RW, kader PKK, tokoh masyarakat, serta forum anak ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun sistem pemerintahan yang inklusif, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.
Dalam pelaksanaannya, Ibu Lilis Ardini selaku narasumber menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari unsur pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, hingga komunitas warga. Pendekatan ini bertujuan memastikan bahwa setiap kebijakan, program pembangunan, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat mempertimbangkan kondisi, kebutuhan, dan pengalaman berbeda antara laki-laki dan perempuan, serta menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak secara optimal. Salah satu penguatan yang dilakukan adalah pembentukan dan pengaktifan forum perempuan serta forum anak di tingkat kelurahan dan RW. Forum tersebut berfungsi sebagai ruang partisipasi warga untuk menyampaikan aspirasi, mengidentifikasi persoalan sosial, serta merumuskan solusi berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Dengan adanya ruang dialog yang terbuka, komunikasi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat menjadi lebih efektif dan konstruktif.
Selain itu, pihak pemerintah kelurahan harus berkomitmen dalam penyusunan dan pemutakhiran data terpilah berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia. Data ini menjadi dasar dalam perencanaan program yang lebih tepat sasaran, seperti pencegahan kekerasan berbasis gender, penguatan ketahanan keluarga, serta peningkatan akses pendidikan dan kesehatan anak.
Keberadaan data yang akurat dan terintegrasi memungkinkan evaluasi program dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat, Kelurahan Ketabang berupaya menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari diskriminasi maupun intimidasi berbasis gender. Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan sosial yang menempatkan perempuan dan anak sebagai subjek pembangunan. Dengan komitmen bersama, maka mampu menjadi contoh wilayah yang responsif gender dan ramah anak dalam mendukung pembangunan Kota Surabaya yang berkelanjutan.







