Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya resmi membuka Surabaya Great Expo 2025 di Exhibition Hall Grand City Mall pada Rabu (13/8). Acara ini dibuka oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, didampingi Ketua Dekranasda Kota Surabaya, perwakilan DPRD Kota Surabaya, Konsulat Jenderal Australia, serta tamu undangan lainnya. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, melaporkan bahwa pameran tahun ini diikuti 198 stan yang terdiri dari OPD Pemkot Surabaya, BUMD, perguruan tinggi, UMKM binaan Dekranasda, perbankan, hingga pelaku usaha dari berbagai daerah. “Tahun ini ada yang baru, yaitu Cooking Competition yang diikuti 35 sentra kuliner, termasuk Sentra Wisata Kuliner (SWK). Ini bagian dari upaya rebranding SWK agar lebih menarik dan ramai pengunjung,” ujar Febrina. Pameran ini akan berlangsung selama 5 hari (13–17 Agustus 2025) dengan berbagai kegiatan, seperti pelatihan keterampilan, talkshow layanan publik, layanan kesehatan, sertifikasi halal, serta kegiatan dari TP PKK Kota Surabaya. Dalam sambutannya, Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan bahwa Surabaya Great Expo bukan hanya ajang pameran produk, tetapi juga menjadi wadah pelayanan publik terintegrasi. “Masyarakat bisa berbelanja sekaligus mengurus berbagai layanan publik di sini. Kita juga harus bangga menggunakan produk lokal, baik dari Surabaya maupun daerah lain di Jawa Timur,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi regional antara Surabaya dan kota/kabupaten penunjang seperti Sidoarjo dan Banjarbaru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sesuai target nasional. Mengusung tema “City of Heroes”, pameran ini melibatkan 42 OPD Kota Surabaya dan menghadirkan UKM binaan dari masing-masing kecamatan. Sektor yang terlibat antara lain industri makanan dan minuman, kerajinan batik, kosmetik, pertanian, perkebunan, dan pariwisata. Sebagai penutup rangkaian acara, pada 17 Agustus digelar talkshow bersama Dr. Eddy Christijanto, Drs., M.Si, yang akan membahas layanan administrasi kependudukan (adminduk) melalui aplikasi Klampid New Generation (KNG). Dalam era digital saat ini, layanan adminduk bisa diakses dari mana saja, sehingga warga Surabaya dapat mengurus dokumen kependudukan dengan mudah, bahkan dari rumah atau kantor.






