Perempuan merupakan kaum rentan mengalami kekerasan. Oleh sebab itu, Kesetaraan gender merupakan salah satu hak asasi kita sebagai manusia. Hak untuk hidup secara terhormat, bebas dari rasa ketakutan dan bebas menentukan pilihan hidup tidak hanya diperuntukan bagi para laki-laki, perempuan pun mempunyai hak yang sama pada hakikatnya.
Dalam banyak kasus, perempuan masih menghadapi berbagai tantangan ketika ingin mengembangkan diri di dunia kerja. Tidak sedikit perempuan yang merasa ragu atau bahkan takut untuk berkarier karena adanya tuntutan peran sebagai ibu rumah tangga yang harus mengurus keluarga, anak, serta berbagai pekerjaan domestik lainnya.
Dalam masyarakat, masih terdapat pandangan bahwa tanggung jawab utama perempuan adalah berada di ranah domestik. Akibatnya, ketika perempuan memilih untuk bekerja atau mengejar karier, mereka sering kali dihadapkan pada berbagai tekanan sosial. Perempuan kerap merasa harus memilih antara menjadi ibu rumah tangga yang ideal atau perempuan yang aktif dalam dunia profesional. Padahal, pada kenyataannya kedua peran tersebut dapat dijalankan secara seimbang apabila terdapat dukungan dari keluarga, lingkungan, serta kebijakan yang berpihak pada kesetaraan gender. Perempuan yang mampu mengelola waktu dengan baik, memiliki dukungan keluarga, serta lingkungan kerja yang memahami kebutuhan perempuan, memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang tanpa harus meninggalkan perannya dalam keluarga. Dukungan pasangan, pembagian peran yang adil dalam rumah tangga, serta adanya fasilitas ramah keluarga di tempat kerja menjadi faktor penting dalam membantu perempuan menjalankan kedua peran tersebut.
Selain itu, penting bagi masyarakat untuk mulai mengubah cara pandang terhadap peran perempuan. Perempuan tidak hanya memiliki potensi dalam mengurus rumah tangga, tetapi juga memiliki kemampuan, kreativitas, dan kontribusi yang besar dalam berbagai bidang pekerjaan. Ketika perempuan diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang, mereka dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat dan pembangunan secara luas. Dengan adanya kesadaran bersama mengenai pentingnya kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan, diharapkan semakin banyak perempuan yang berani mengembangkan potensi dirinya tanpa harus merasa terbebani oleh stigma sosial. Perempuan dapat menjadi sosok yang berdaya, berprestasi, serta tetap mampu menjaga keharmonisan dalam kehidupan keluarga.







