Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, Pemkot Surabaya berkomitmen penuh dalam upaya kesetaraan dan keadilan gender. Pemkot memiliki data terpilah secara umum dan secara sektoral guna menentukan rencana anggaran fasilitas pengarusutamaan gender. Hal itu disampaikan wali kota kepada Tim Verifikasi Evaluasi Pengarusutamaan Gender (PUG) Anugerah Parahita Ekapraya 2023, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA).
”Itu menjadi komitmen Pemkot Surabaya bahwa anggaran pemkot memfasilitasi pengarusutamaan gender. Selanjutnya, kami juga berkonsentrasi pada perlindungan perempuan dan anak. Sebab, jumlah penduduk di Kota Surabaya, perempuan jauh lebih banyak, hampir setengahnya jumlah laki-laki,” kata Wali Kota Surabaya.
Upaya perlindungan yang diberikan Pemkot Surabaya, menurut dia, diperkuat dengan layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di 478 Balai RW. Selain itu, tersedia pula layanan konsultasi SIAP-PPAK, warga dapat mengunjungi laman ppa-dp3appkb.surabaya.go.id. Semua layanan yang tersedia di website SIAP-PPAK, dapat dimanfaatkan secara gratis oleh warga Kota Surabaya.
”Kesetaraan gender menjadi komitmen kami untuk mewujudkan pembangunan. Contoh layanan Pusaga tidak dikerjakan pemkot sendiri, kami menyiapkan Balai RW. Yang ikut bergerak tidak hanya masyarakat tetapi juga dari perguruan tinggi. Seperti konselornya ingin menjadi relawan, artinya mereka ingin menjadi bagian dari pembangunan Kota Surabaya,” jelas Walikota Surabaya.
Dalam bidang kesehatan, Surabaya menjadi kota dengan angka stunting terendah secara nasional atau terendah se-Indonesia. Capaian tersebut tidak lepas dari berbagai program yang dijalankan Pemkot Surabaya bersama seluruh stakeholder di Kota Pahlawan.
”Seperti stunting turun karena ada kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki. Hal ini didukung dengan adanya orang tua asuh balita stunting, serta kelas parenting melalui program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH),” terang Walikota Surabaya.
Terkait ekonomi, menurut dia, tak hanya para lelaki yang bekerja, tetapi sekarang dengan dukungan untuk pelaku UMKM, perempuan juga menggerakkan ekonomi. ”Pemkot memfasilitasi pemasaran dan pameran regional, nasional, dan internasional. Serta pemberdayaan urban farming dan kelompok wanita tani,” ujar Walikota Surabaya.
Wali Kota Surabaya menjelaskan, seluruh layanan dasar di Kota Surabaya telah tersedia. Dalam bidang pendidikan, Kota Surabaya menjadi barometer pengembangan PAUD Holistik Integratif tingkat nasional. ”Layanan dasar sudah terpenuhi semuanya di Kota Surabaya, tetapi kami tidak pernah berhenti, kami terus berusaha dengan terus melakukan pendekatan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Walikota Surabaya.
Oleh sebab itu, pemantauan dan evaluasi pengarusutamaan gender dilakukan secara terus menerus bersama DP3APPKB dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya. ”Sehingga apa yang ingin dicapai dan diperlukan akan selaras. Bahkan, aplikasi SIAP PPAK itu konselornya bukan bagian pemkot. Mereka tidak dibayar, tetapi mereka ingin menjadi bagian pembangunan untuk membantu Kota Surabaya,” ucap Walikota Surabaya.