
“Kunci utamanya adalah kesabaran dan kerapian merangkai. Setiap tutup botol adalah satu ‘manik-manik’. Pola dan kombinasi warnanya bisa kita atur sendiri, sehingga setiap tas yang dihasilkan unik,” jelas Ibu Nurhaida di sela-sela pendampingan. Beliau juga menekankan pentingnya sentuhan akhir seperti pemasangan resleting, tali, dan pelapis dalam agar tas tidak hanya cantik tetapi juga fungsional dan kuat.
Antusiasme peserta sangat tinggi. Seperti yang diungkapkan oleh Siti (42), warga RW 4, “Awalnya saya ragu, masa dari sampah bisa jadi tas yang bagus? Ternyata setelah dipraktikkan, hasilnya luar biasa. Tutup botol warna-warni itu kalau dirangkai dengan pola yang tepat malah seperti motif mosaic atau rajutan modern. Ini bisa jadi tas belanja saya sendiri, lebih hemat dan ramah lingkungan.”
Pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada ketrampilan, tetapi juga pada pembentukan nilai ekonomi. Lurah Babatan, Ibu Hertika Vitra Hening, yang turut hadir memberikan apresiasi, menyatakan bahwa kegiatan ini selaras dengan program kelurahan di bidang pengelolaan sampah berbasis komunitas dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

“Ini adalah langkah nyata ekonomi sirkular. Dari sampah, jadi barang pakai, lalu punya nilai jual. Ke depan, kami dari kelurahan akan mendorong dan memfasilitasi pemasaran hasil karya ibu-ibu, baik melalui pameran kelurahan, media sosial, maupun bekerja sama dengan sentra kerajinan lokal,” janji Lurah Babatan.
Di akhir sesi, berbagai model tas unik telah dihasilkan, mulai dari tas tangan kecil hingga tas belanja yang lebih besar. Para peserta sepakat untuk membentuk kelompok kerajinan yang akan terus berkarya secara rutin.
Dengan jarum, kawat, dan kreativitas, ibu-ibu Babatan telah membuktikan bahwa tangan mereka mampu mengubah masalah sampah plastik menjadi peluang. Mereka tidak hanya menciptakan tas, tetapi juga merajut harapan baru untuk lingkungan yang lebih bersih dan kemandirian ekonomi keluarga. Langkah kecil dari aula kelurahan ini diharapkan dapat menginspirasi gerakan daur ulang yang membumi dan memberdayakan di tengah masyarakat.





