Surabaya, 13 Agustus 2026 — Komitmen dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak terus didorong melalui pengembangan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) yang bersinergi dengan Ruang Bersama Indonesia (RBI). Kelurahan Benowo, Kota Surabaya, menjadi salah satu wilayah yang turut mengambil bagian dalam upaya tersebut. Kegiatan pembinaan KRPPA RBI di Kelurahan Benowo menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan pemahaman dan kepedulian berbagai unsur masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, responsif gender, serta mendukung perempuan dan anak untuk tumbuh dan berkembang.
Kegiatan pembinaan KRPPA di Kelurahan Benowo menghadirkan Ibu Ely Rosyidah dari Kementerian Agama (Kemenag) sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, pembinaan diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya membangun lingkungan yang mendukung perempuan dan anak, sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan KRPPA di tingkat kelurahan. Kehadiran narasumber dari Kementerian Agama turut memberikan penguatan dari sisi keluarga dan kehidupan masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya perlindungan, pengasuhan, serta pemenuhan hak perempuan dan anak.
Pelaksanaan KRPPA RBI di Kelurahan Benowo tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada penguatan peran setiap unsur yang berada di lingkungan masyarakat. Pemerintah kelurahan bersama perangkat RW dan RT, kader, tokoh masyarakat, serta masyarakat secara keseluruhan memiliki peran dalam mengenali kebutuhan dan kondisi perempuan maupun anak. Melalui kerja sama tersebut, berbagai potensi dan permasalahan yang terdapat di lingkungan sekitar dapat lebih mudah diketahui sehingga langkah yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.
Dalam pembinaan tersebut, keterlibatan perempuan dan anak juga menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat. Perempuan diharapkan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, pemberdayaan, maupun proses pembangunan di lingkungan kelurahan. Sementara itu, anak perlu memperoleh ruang yang aman untuk belajar, bermain, berinteraksi, menyampaikan pendapat, dan mengembangkan potensi dirinya. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang memberikan kesempatan yang setara sekaligus memperhatikan kebutuhan perempuan dan anak.
Penguatan KRPPA RBI juga mendorong pentingnya pemahaman terhadap kondisi masyarakat melalui ketersediaan data perempuan dan anak di tingkat kelurahan maupun RW. Informasi mengenai pendidikan, kesehatan, kondisi sosial, pengasuhan, serta berbagai keadaan yang berkaitan dengan perempuan dan anak dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan program dan kegiatan. Dengan adanya informasi yang lebih terarah, kebutuhan masyarakat dapat dipetakan dengan lebih baik sehingga upaya yang dilakukan dapat menjadi lebih tepat sasaran.
Dari sisi pemberdayaan, perempuan juga memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan melalui peningkatan keterampilan dan kegiatan ekonomi. Potensi usaha masyarakat dapat didukung melalui pelatihan, pendampingan, penguatan UMKM, serta kerja sama dengan berbagai pihak. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi perempuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat perannya dalam keluarga dan masyarakat. Pemberdayaan perempuan juga perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan kesehatan, pendidikan, serta kesempatan untuk mengembangkan kapasitas dan kepemimpinan.
Sementara itu, perlindungan dan pemenuhan hak anak menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun kelurahan yang ramah perempuan dan peduli anak. Anak membutuhkan lingkungan keluarga dan masyarakat yang mampu memberikan pengasuhan, pendidikan, kesehatan, kasih sayang, serta perlindungan yang memadai. Pengasuhan yang baik diharapkan dapat membantu anak tumbuh secara optimal sekaligus mencegah berbagai kondisi yang dapat menghambat perkembangan mereka.
Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga menjadi perhatian dalam pembinaan KRPPA RBI di Kelurahan Benowo. Masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan kepedulian untuk mengenali berbagai bentuk kekerasan serta memahami pentingnya memberikan respons yang tepat ketika menemukan permasalahan di lingkungan sekitar. Penguatan jejaring pengaduan dan rujukan juga diperlukan agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah ketika membutuhkan bantuan atau menemukan kasus yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Dengan semakin kuatnya kepedulian masyarakat, berbagai permasalahan diharapkan dapat dikenali lebih awal dan ditindaklanjuti melalui pihak yang berwenang.
Perlindungan anak juga mencakup upaya mencegah anak berada dalam kondisi yang dapat mengganggu pendidikan dan tumbuh kembangnya. Perhatian terhadap anak yang tidak sekolah, putus sekolah, berada dalam kondisi rentan, maupun membutuhkan dukungan pengasuhan menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap masa depan anak. Edukasi kepada keluarga dan masyarakat juga diperlukan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya mencegah pekerja anak dan perkawinan anak, sehingga anak dapat memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan masa depannya.
Pengembangan KRPPA di Kelurahan Benowo selanjutnya diperkuat melalui sinergi dengan RW Responsif Gender sebagai bagian dari arah pengembangan menuju Ruang Bersama Indonesia. RBI merupakan pengembangan dari model KRPPA yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui pendekatan yang inklusif, responsif gender, berbasis hak anak, serta mendorong partisipasi perempuan dan anak dalam pembangunan. Pendekatan RBI juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, pemanfaatan potensi lokal, serta pembangunan yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Melalui pembinaan yang menghadirkan Ibu Ely Rosyidah dari Kementerian Agama, diharapkan pemahaman masyarakat Kelurahan Benowo mengenai pentingnya membangun lingkungan yang mendukung perempuan dan anak dapat semakin kuat. Pembinaan ini menjadi salah satu ruang untuk menyatukan pemahaman dan mendorong seluruh unsur masyarakat agar mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang aman, peduli, serta mampu memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak.
Dengan semangat bergerak bersama, Kelurahan Benowo diharapkan dapat terus mengembangkan lingkungan yang aman, nyaman, setara, dan inklusif bagi seluruh masyarakat. Penguatan KRPPA RBI menjadi langkah untuk memastikan perempuan memiliki ruang untuk berdaya dan berpartisipasi, sementara anak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang mendukung. Melalui kolaborasi dari tingkat kelurahan hingga RW dan RT serta dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, upaya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju terwujudnya Ruang Bersama Indonesia yang memberikan manfaat nyata bagi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat.






